Cerita CV KARYA WINAZAR di IFEX 2026: Dari Kayu Menjadi Karya untuk Dunia

Ada sesuatu yang spesial ketika sebuah produk yang dibuat dengan tangan dan hati akhirnya bertemu dengan dunia yang lebih luas. Itulah yang kami rasakan saat pertama kali berpartisipasi di Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Sukabumi dan fokus pada alat dapur kayu berkualitas, CV Karya Winazar membawa lebih dari sekadar produk ke pameran ini. Kami membawa cerita tentang proses, tentang ketelitian, dan tentang bagaimana sepotong kayu bisa menjadi bagian dari momen di dapur banyak orang di seluruh dunia.

Dari Sukabumi ke Panggung Internasional

CV Karya Winazar tumbuh dengan semangat untuk mengolah kekayaan alam lokal menjadi produk bernilai tinggi. Kayu-kayu pilihan seperti mahoni dan pinus dipilih langsung dari sumber terpercaya di wilayah Jawa Barat, memastikan kualitas sekaligus keberlanjutan bahan baku.

Setiap peralatan dapur kayu dibuat dengan perhatian terhadap detail. Mulai dari pemilihan bahan, proses penghalusan manual, hingga finishing food-grade, semuanya dilakukan untuk memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya fungsional, tapi juga aman dan estetis.

Tak hanya itu, kehadiran CV Karya Winazar juga turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Sukabumi, memberdayakan pengrajin lokal, dan menjaga keberlanjutan keterampilan kerajinan kayu tradisional.

ifex 2

Respon Global di IFEX 2026

Selama pameran, booth kami menarik perhatian banyak buyer internasional mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Mereka tertarik pada produk dapur yang ramah lingkungan, natural, dan memiliki sentuhan handmade yang autentik.

Banyak dari mereka mencari alternatif dari bahan plastik, dan di sinilah alat dapur dari kayu alami menjadi solusi yang relevan. Keunggulan seperti daya tahan, keamanan untuk makanan, serta tampilan yang hangat dan natural menjadi nilai tambah yang diapresiasi pasar global.

Bagi kami, membuat alat dapur kayu handmade bukan hanya soal produksi. Ini tentang menghadirkan sesuatu yang lebih dekat dengan alam, lebih aman digunakan, dan punya nilai estetika di setiap dapur.

Kami percaya bahwa setiap produk yang dibuat di Sukabumi membawa identitas perpaduan antara kearifan lokal, keterampilan tangan, dan standar kualitas ekspor.

ifex 4

Langkah ke Depan

Partisipasi di IFEX 2026 menjadi pengingat bahwa karya dari Sukabumi memiliki tempat di pasar global. Ini bukan hanya pencapaian, tetapi juga awal dari perjalanan yang lebih besar.

Ke depannya, CV Karya Winazar akan terus berkembang dengan menjaga kualitas produksi berstandar ekspor, memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan penggunaan bahan ramah lingkungan, dan memperluas jaringan distribusi internasional. Karena bagi kami, setiap produk bukan hanya alat tapi bagian dari cerita. Cerita dari Sukabumi, yang kini mulai hidup di dapur-dapur di seluruh dunia.

Proses Pembuatan Cobek Di CV Karya Winazar

Sebagai perusahaan manufaktur peralatan dapur berbahan kayu, kami memproduksi cobek kayu dengan standar kualitas yang terkontrol dan sistem produksi yang tersetruktur. Setiap tahapan dilakukan secara presisi untuk memastikan setiap produk memiliki ketahanan yang optimal, keamanan dalam penggunaan, serta kualitas finishing yang konsisten sesuai standar perusahaan.

Proses pembuatan cobek kayu tidaklah sederhana. Dibutuhkan pemilihan bahan yang tepat, keterampilamn dalam membentuk kayu, serta ketelitian pada tahap akhir agar menghasilkan produk yang kuat, halus, dan aman digunkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap tahapan dalam proses pembuatannya.

  1. Pemilihan Bahan Baku

Tahap pertama dalam pembuatan cobek kayu adalah memilih bahan baku yang berkualitas. Di CV Karya Winazar, terdapat dua jenis kayu utama yang digunakan, yaitu kayu mahoni dan kayu pinus. Pemilihan keduanya bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pertimbangan teknis, estetika, serta efisiensi dalam proses produksi.

Kayu mahoni dipilih karena memiliki karakteristik yang sangat cocok untuk produk peralatan dapur seperti cobek. Seratnya halus dan rapat sehingga permukaannya mudah dihaluskan dan terasa nyaman saat digunakan untuk menghaluskan bumbu. Teksturnya yang padat membuat cobek lebih kuat, tidak mudah retak, dan lebih tahan lama. Selain itu, kayu mahoni memiliki warna kemerahan alami yang terlihat elegan dan menarik. Warna ini memberikan kesan hangat dan eksklusif, sehingga cobek tidak hanya berfungsi sebagai alat dapur, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Sementara itu, kayu pinus dipilih karena bobotnya yang lebih ringan, sehingga cobek lebih mudah dipindahkan dan digunakan sehari-hari.

Dengan mempertimbangkan kekuatan, keindahan, kenyamanan penggunaan, serta efisiensi produksi, penggunaan kayu mahoni dan kayu pinus menjadi pilihan yang tepat. Melalui pemilihan bahan baku yang cermat ini, CV Karya Winazar memastikan setiap cobek kayu yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, tahan lama, dan menarik secara visual.

  1. Pemotongan Menjadi Lembaran Kayu

Setelah kayu berkualitas dipilih, tahap berikutnya adalah proses pemotongan kayu sesuai dengan ukuran dan ketebalan yang dibutuhkan untuk pembuatan cobek. Kayu gelondongan terlebih dahulu dipotong menjadi lembaran atau papan kayu dengan ukuran tertentu. Ketebalan papan disesuaikan dengan ukuran cobek yang akan dibuat agar hasil akhirnya kokoh, tidak terlalu tipis, dan tidak mudah retak saat digunakan.

  1. Pembentukan Detail

Setelah kayu dipotong menjadi lembaran atau papan, tahap selanjutnya adalah pemotongan sesuai ukuran diameter cobek yang akan diproduksi. Pada tahap ini, setiap papan kayu diukur dengan teliti agar sesuai dengan standar ukuran produk, baik untuk cobek ukuran mini, kecil, sedang, besar maupun jumbo.

Kayu kemudian dipola berbentuk lingkaran. Bentuk lingkaran ini dibuat menggunakan alat bantu pola atau mal (cetakan) agar hasilnya konsisten dan seragam. Proses ini sangat penting karena memudahkan proses pembubutan pada tahap berikutnya. Dengan membuat pola lingkaran sejak awal, proses pembentukan menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih rapi. Tahap ini juga memastikan setiap cobek memiliki proporsi yang seimbang dan tampilan yang presisi.

  1. Proses Pembubutan

Setelah kayu dipotong dan dipola berbentuk lingkaran, tahap berikutnya adalah proses pembubutan. Pada tahap ini, potongan kayu dipasang dengan kuat dan seimbang pada mesin bubut agar dapat diputar dengan stabil selama proses pembentukan.

Saat mesin berputar, pengrajin mulai membentuk kayu hingga menjadi lingkaran yang benar-benar sempurna dan simetris. Proses ini juga bertujuan untuk merapikan sisi luar cobek agar terlihat halus dan proporsional. Selanjutnya, bagian tengah kayu dibentuk menjadi cekungan. Cekungan inilah yang nantinya digunakan sebagai tempat menghaluskan bumbu.

  1. Proses Oven (Penggeringan)

Setelah cobek selesai dibentuk melalui proses pembubutan, tahap selanjutnya adalah pengeringan menggunakan oven atau kiln drying. Proses ini bertujuan untuk menurunkan kadar air yang masih terkandung di dalam kayu.

Kayu secara alami mengandung kadar air yang cukup tinggi. Jika tidak dikeringkan dengan baik, cobek berisiko mengalami retak saat digunakan atau disimpan, berubah bentuk (melengkung atau menyusut), dan bertumbuh jamur akibat kelembapan.

Melalui proses kiln drying, cobek dikeringkan pada suhu dan waktu tertentu yang telah dikontrol secara bertahap. Pengeringan tidak dilakukan secara terburu-buru agar kayu pecah karena perubahan suhu yang ekstrem.

  1. Penghalusan dan Finishing

Setelah melalui proses oven dan kadar air kayu sudah stabil, cobek masuk ke tahap finishing akhir, yaitu penghalusan permukaan. Cobek dihaluskan menggunakan amplas secara bertahap, dimulai dari amplas bertekstur kasar hingga amplas yang sangat halus. Bagian cekungan dalam cobek juga diamplas dengan teliti agar permukaannya rata dan nyaman digunakan untuk menghaluskan bumbu.

Sebelum dikemas, setiap cobek melalui tahap quality control (QC). Pada tahap ini, produk diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada retak atau cacat pada produk, bentuk dan ukuran sesuai standar.

CV Karya Winazar Berpartisipasi dalam West Java Festival Kujang Kencana

CV Karya Winazar yang merupakan perusahaan kerajinan dan produk kreatif asal Jawa Barat, turut memeriahkan gelaran West Java Festival Kujang Kencana. Festival yang mengangkat kekayaan budaya serta potensi industri kreatif daerah ini menjadi tempat untuk menampilkan berbagai koleksi unggulan bagi CV Karya Winazar.

Partisipasi CV Karya Winazar dalam ajang tersebut kembali menegaskan komitmen perusahaan dalam memajukan kreativitas dan potensi lokal. Sebagai pelaku industri kreatif, perusahaan memanfaatkan festival tersebut untuk memperkenalkan karya terbaik, inovasi, serta kontribusi terhadap perkembangan budaya dan ekonomi Jawa Barat.

Booth CV Karya Winazar berhasil menarik perhatian pengunjung berkat tampilan produk yang menggabungkan nilai estetika dengan akar tradisi Sunda, namun tetap menghadirkan sentuhan modern. Perpaduan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing dengan desain kontemporer tanpa meninggalkan identitas budaya.

Kehadiran UMKM seperti CV Karya Winazar sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. West Java Festival Kujang Kencana tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara produsen lokal, calon distributor, pembeli, hingga masyarakat umum. Interaksi ini membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan industri.

Melalui penyelenggaraan festival ini, diharapkan penguatan identitas budaya Jawa Barat dapat terus berlanjut seiring dengan kemajuan industri kreatif. Partisipasi aktif CV Karya Winazar menjadi bukti bahwa pelaku usaha lokal mampu menghadirkan karya berkualitas tinggi yang berkarakter, inovatif, dan sarat nilai budaya.

CV Karya Winazar Sukabumi Turut Ramaikan Pameran Dagang Terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2025

Sukabumi, 28 November 2025 — Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, ajang pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, sukses diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”, pameran ini menjadi platform strategis untuk memperluas pasar ekspor berbagai produk unggulan Indonesia ke mancanegara.

CV Karya Winazar, produsen peralatan dapur kayu asal Sukabumi, turut berpartisipasi dalam gelaran bergengsi tersebut. Keikutsertaan perusahaan ini mencerminkan komitmen pelaku usaha lokal dalam membawa kerajinan kayu berkualitas Indonesia kepada para pembeli internasional.

TEI 2025 berhasil menarik lebih dari 1.600 eksibitor dan 34.500 pengunjung dari 130 negara, dengan total potensi transaksi mencapai lebih dari USD 22,8 miliar. Capaian ini membuka peluang besar bagi CV Karya Winazar untuk menjalin kerja sama dengan para importir dari berbagai belahan dunia, sejalan dengan misi TEI dalam memfasilitasi perdagangan internasional serta mendorong peningkatan ekspor nasional.

Sebagai pameran dagang Business-to-Business (B2B) terbesar dan terkemuka di Asia Tenggara, TEI ke-40 bertujuan memperkuat daya saing produk domestik dan membuka batas-batas perdagangan baru. Partisipasi CV Karya Winazar menegaskan peran penting Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam peta jalan ekspor Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa produk lokal memiliki potensi besar untuk menjadi primadona di pasar global.

CV Karya Winazar Sukabumi Pamerkan Keunggulan Kayu Lokal di IFFINA+2025

Sukabumi, 27 November 2025 — IFFINA+ 2025 (International Furniture and Craft Fair Indonesia), pameran furnitur, desain interior, dan kriya terbesar serta berpengaruh di Indonesia, sukses digelar pada 17–20 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Acara diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia (Asmindo), IFFINA+ 2025 hadir dengan konsep visioner berjudul “Story of Origin” untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat tren desain global.

Di tengah kemeriahan inovasi desain dan kriya tersebut, CV Karya Winazar turut serta sebagai peserta. Keikutsertaan perusahaan asal Sukabumi dalam pameran yang menghadirkan lebih dari 150 brand lokal dan internasional menjadi langkah strategis untuk menampilkan kualitas serta keunikan produk kayu Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Mengusung fokus pada peralatan dapur, CV Karya Winazar menampilkan rangkaian produk yang mengedepankan perpaduan fungsi, estetika, dan keberlanjutan. Panggung IFFINA+ 2025 menjadi momentum berharga bagi perusahaan untuk bertemu langsung dengan para pembeli, arsitek, desainer, dan importir dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang ekspansi pasar ekspor.

Menariknya, IFFINA+ 2025 juga menonjolkan tema “Sustainable Design & Ethical Sourcing”, yang selaras dengan komitmen CV Karya Winazar yang merupakan UMKM kriya kayu Indonesia dalam menghadirkan produk yang diproduksi secara etis, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan.

Partisipasi aktif perusahaan-perusahaan daerah seperti CV Karya Winazar menegaskan upaya Asmindo dalam mendorong peningkatan penguasaan pasar, baik di tingkat ekspor maupun domestik. Dengan menampilkan produk berkualitas yang mencerminkan kekayaan sumber daya dan keterampilan lokal, CV Karya Winazar turut mengangkat citra industri kriya Indonesia di kancah global.

CV Karya Winazar Dorong Pengusaha Lokal Berkembang dalam JLC Member Gathering JNE Sukabumi

Selama bertahun-tahun, CV Karya Winazar telah dikenal sebagai salah satu pilar bisnis yang tangguh di Sukabumi. Komitmen kami tidak hanya terbatas pada pengembangan usaha internal, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan komunitas pebisnis secara keseluruhan. Wujud nyata dari komitmen ini terlihat jelas pada 24 Juli 2025, di mana kami diberi kepercayaan untuk menjadi bagian dari acara JLC Member Gathering oleh JNE Sukabumi.

Acara bertema “Stronger Business Together” ini merupakan platform strategis untuk menjalin kolaborasi dan meningkatkan kapasitas para pelaku usaha. Acara ini berhasil mempertemukan ratusan anggota JNE Loyalty Card (JLC) dalam satu forum yang produktif. Kehadiran kami sebagai mitra JNE dalam acara ini menunjukkan sinergi positif antara dua perusahaan yang memiliki visi sama: memajukan perekonomian lokal.

CEO kami, Bapak Asep Mulyadi, mendapatkan kehormatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan bisnis yang telah beliau kembangkan selama puluhan tahun. Dalam sesi yang penuh wawasan, Bapak Asep Mulyadi menekankan bahwa kunci keberlanjutan bisnis terletak pada kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, membangun tim yang solid, dan merajut jejaring yang kuat dengan para mitra dan pelanggan. Pesan ini disambut hangat oleh para peserta, yang banyak di antaranya juga merupakan pengusaha muda yang sedang merintis jalannya.

Selain paparan inspiratif, acara ini juga diisi dengan presentasi informatif dari Kepala Cabang JNE Sukabumi, Bapak Tri Hery, yang mengenalkan berbagai inovasi layanan JNE. Hal ini membuktikan bahwa JNE, sejalan dengan semangat “Connecting Happiness,” tidak hanya fokus pada pengiriman barang, tetapi juga pada penciptaan koneksi dan kesempatan bisnis bagi pelanggannya.

Melalui acara ini, CV Karya Winazar tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai mentor dan mitra yang siap mendukung perkembangan bisnis di Sukabumi. Kami meyakini bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan zaman. Kepercayaan JNE terhadap kami adalah sebuah kebanggaan, dan kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian aktif dalam memajukan komunitas bisnis, sejalan dengan nilai-nilai yang kami junjung tinggi sejak dulu.